CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Masalah Hasil Pengecatan

Apakah Anda mengalami kegagalan dalam pengecatan? hal tersebut biasanya banyak dikeluhkan orang ketika proses aplikasi telah selesai. Masalah dalam pengecatan muncul tidak hanya disebabkan oleh kualitas cat yang digunakan tetapi hasil pengecatan juga tergantung dari cara pengaplikasiannya.

hasil akhir

Kegagalan-kegagalan tersebut diantaranya:

Water spot (bercak-bercak seperti basah), penyebabnya adalah penggunaan dempul yang menggunakan bahan pelunak yang lapisannya tidak ditunggu sampai kering dengan sempurna. Sehingga bahan pelunak yang tertinggal akan naik ke atas dan tertahan di bawah lapisan cat yang menyebabkan cat seperti bsah. Hal ini dapat dicegah dengan tidak menggunakan dempul untuk meratakan permukaaan tembok. Cara memperbaikinya yaitu dengan cara amplas permukaan lapisan cat agar porous, sehingga air, solvent atau bahan pelunak dapat dengan mudah menguap keluar. Bila jamur telah tumbuh pada bagian-bagian yang basah tersebut, cuci dengan larutan kaporit, kemudian dilap dengan kain basah untuk menghilangkan sisa-sisa kaporit. Biarkan mengering sempurna sebelum dilakukan pengecatan ulang. Bila perlu beri 1 lapis Wall Sealer yang sesuai sebelum diberi lapisan cat akhir.

Bittiness (berbintik), penyebabnya adalah debu atau kotoran dari udara. Kuas, roller, atau alat penyemprot yang tidak bersih yang tertingga pada permukaan cat. Cara pengecatan dengan alat penyemprot yang tidak benar yang menyebabkan debu cat yang kering menempel pada lapisan cat yang masih basah. Serta saat mengaduk cat di dalam kaleng lapisan yang kering pada permukaan tercampur. Dapat dicegah dengan membersihkan alat-alat pengecatan sebelum dan sesudah pemakaian, berhati-hatilah saat mengaduk cat, bila perlu disaring dahulu setelah pengenceran. Untuk perbaikan Anda harus mengerok lapisan cat sampai bersih kemudian lakukan pengecatan ulang.

Saponification (Penyabunan), penyebabnya yaitu serangan alkali pada lapisan cat yang bahan perekatnya mengandung minyak seperti alkyd gloss enamel. Alkali dan minyak akan bereaksi secara kimiawi yang disebut penyabunan dimana memberikan hasil akhir seperti sabun dan menyebabkan lapisan cat menjadi lunak dan berbentuk gumpalan yang lengket. Dapat dicegah dengan cara permukaan yang akan dicat harus bebas alkali. Tidak dianjurkan tembok dari plesteran semen atau beton yang baru dicat dengan cat dasar alkyd, tetapi sebaiknya dengan cat acrylic dasar air atau jenis lain yang tidak mengandung minyak. Untuk perbaikannya keroklah seluruh lapisan cat kemudian permukaan harus dibersihkan dengan sempurna. Gunakan jenis cat lain seperti cat acrylic dasar air.

Brushmarks (garis-garis bekas kuas),disebabkan karena cat tidak mengalir rata setelah dilapiskan, pengenceran yang kurang dan kuas dijalankan terus pada saat lapisan cat mulai kering, menggunakan kuas yang kotor atau bulu-bulunya telah menggumpal. Pencegahannya gunakan pengencer yang sesuai pada lapisan pengencer, lapiskan cat dengan cepat tapi merata. Jangan melapis ulang pada lapisan cat yang mulai mongering, dan pakai kuas bermutu baik dan bersih. Untuk memperbaikinya gosoklah dengan kertas amplas pada permukaan cat yang sudah kering sempurna kemudian lakukan pengecatn ulang.

Add comment


Security code
Refresh