CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Tembok Rusak Akibat Kesalahan Pengecatan

Mengecat adalah kegiatan yang umum dan banyak dilakukan untuk memperindah tampilan rumah. tidak hanya itu, cat juga digunakan untuk melindungi tembok. Mungkin sebagian besar beranggapan bahwa hal itu adalah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan.

kerusakan tembok

Kebanyakan mereka mengecat dengan cara yang biasa dilakukan semua orang padahal mengecat tembok membutuhkan proses yang benar untuk mendapatkan hasil  yang maksimal. Jika tidak, maka akan banyak ditemui kerusakan-kerusakan akibat kesalahan aplikasi yang biasanya muncul dikemudian hari.

Berikut ini adalah 2  kerusakan tembok akibat kesalahan pengecatan. Kita simak yuk!

Water spot (bercak-bercak seperti basah)

Penyebabnya hampir sama dengan blistering yaitu cat mengalami gelembung-gelembung dengan ukuran yang berbeda-beda, tetapi lapisan catnya telah melekat dengan baik, sehingga air atau solvent yang berada dibawah lapisan catnya memberi kesan basah pada permukaan cat. Hal ini dapat disebabkan dengan digunakannya dempul yang mengandung bahan pelunak (platicier) dimana lapisannya tidak ditunggu kering sempurna,sehingga bahan pelunak yang tertinggak akan migrasi (naik keatas) dan tertahan dibawah lapisan cat dan menyebabkan lapisan cat seakan akan basah.

Perbaikan:

Bagian yang mengalami water spot sebaiknya diamplas permukaannya agar porous, sehingga air, solvent atau bahan pelunak dapat dengan mudah menguap keluar. Bila jamur telah tumbuh pada bagian-bagian yang basah tersebut cuci dengan larutan kaporit, kemudian dilap dengan kain basah untuk menghilangkan sisa-sisa kaporit. Bila diperlukan beri 1 lapisan Wall Sealler yang sesuai sebelum diberi lapisan cat akhir.

Efflorescence (pengkristalan)

Efflorescence terjadi pada permukaan dari plesteran semen, dimana garam-garam bersifat alkali terbawa ke permukaan. Bila kristal-kristal garam tersebut berada dibawah lapisan cat dan dibantu kelembaban tembok akan merusak lapisan cat tersebut.

Perbaikan:

Kalau pengkristalan belum merusak lapisan cat, maka bersihkan garam-garam tersebut dengan kain basah dan kering. Amplas permukaan cat agar lebih porous, sehingga air dan garam-garam mudah keluar. Setelah pengkristalan tidak terjadi lagi lakukan pengecatan ulang. Bila lapisan catnya telah rusak oleh alkali, maka harus dikerok sampai habis sampai ke dasar permukaan. Bersihkan permukaan sampai efflorescence tidak terjadi lagi. Lakukan pengecatan dari awal lagi pada bagian yang terjadi efflorescence.

Untuk memperoleh pengecatan yang baik maka yang perlu diperhatikan adalah bagaimana proses aplikasi yang benar dan kualitas cat yang digunakan. 

Add comment


Security code
Refresh