CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Ooopps ... Baru dicat ulang, kenapa sudah mengelupas lagi ???

Huffft, sungguh menjengkelkan hati bila tembok rumah sudah mulai mengelupas lagi, padahal baru saja dicat. Niat hati mencari kenyamanan dan menikmati keindahan warna, malah harus berurusan dengan serpihan-serpihan cat yang mengelupas.

masalah pengecatan ulang

Kerap sekali kita menemukan kasus pengelupasan cat pada dinding tembok rumah kita. Cat yang mengelupas (flaking) bisa ditemui pada dinding tembok yang telah lama dibangun maupun pada dinding tembok yang baru dipasang. Seperti biasa, tudingan pertama bagi penyebab masalahnya adalah cat tembok yang baru digunakan tersebut. Padahal belum tentu begitu lho, karena ternyata ada beberapa hal yang menjadi akar masalah cat tembok yang mengelupas.

Akar masalah pertama adalah KELEMBAPAN ... Tepat sekali, kelembapan yang tinggi pada dinding merupakan sumber masalah bagi pengecatan dinding. Kelembapan tinggi pada dinding merupakan pertanda keberadaan kadar air yang terkumpul pada pasangan bata, adukan plasteran maupun acian dinding.

Pada saat proses penguapan terjadi, air yang terakumulasi di dalam dinding akan mencari celah dan jalan untuk menguap. Tenaga desakan air yang menguap tersebut berakibat pada proses perusakan dan pengelupasan cat tembok.

Kelembapan dinding yang berasal dari rembesan arah atas , dapat bersumber pada kebocoran pada talang air, konstruksi pemasangan talang air yang kurang baik maupun genangan air yang masuk meresap pada dak beton lantai atas.

Kelembapan dinding yang berasal dari rembesan arah bawah, dapat bersumber pada tingginya air tanah pada taman, konstruksi sloof rumah yang berada di bawah tanah, maupun kealpaan penggunaan adukan trasram pada saat memplaster dinding rumah bagian bawah.

Kelembapan dinding yang berasal dari arah samping, dapat berasal dari tembok luar yang dibiarkan polos telanjang tanpa plasteran, adanya kebocoran pada saluran pipa air di dalam dinding atau adanya kebocoran pada bak air yang bersebelahan dengan dinding tersebut.

Akar masalah kedua adalah PROSES PENGERJAAN DINDING YANG KURANG BAIK ... Kerap kali pengerjaan dinding bermasalah karena mengejar tenggat waktu penyelesaian proyek.

  • Bidang dinding belum mengering sempurna

Pengerjaan dinding dari batu bata membutuhkan adukan semen pemasangan batu bata serta membutuhkan pengerjaan plasteran dan proses pengacian. Ketiga aktivitas tersebut membutuhkan adukan semen, yang otomatis membutuhkan air. Untuk menghasilkan bidang dinding yang baik dan sempurna, maka kita harus memberikan kesempatan dan waktu untuk mengeringkan air yang di dalam dinding untuk menguap sempurna.

Dalam kondisi pengerjaan proyek konstruksi yang terburu-buru oleh waktu, acap sekali bidang dinding yang baru selesai dikerjakan dan masih dalam status “kering sentuh” dipaksa untuk dicat. Padahal dinding perlu diberi waktu untuk mengering sempurna 28 hari sejak pekerjaan plasteran dan acian dilakukan.

  • Penggunaan dempul atau plamir dinding berkualitas rendah

Selain itu, menggunakan plamir dinding yang berkualitas rendah dan berdaya rekat rendah, maka daya rekat cat ke dinding semakin melemah. Sangat dianjurkan untuk menggunakan bahan “alkali resisting primer” untuk tembok yang baru atau menggunakan bahan “alkali resisting sealer” untuk tembok lama yang akan dicat. Bahan tersebut digunakan sebagai cat dasar yang berfungsi untuk menahan proses keluar garam-garam alkali pada adukan semen.

  • Permukaan dinding yang tidak bersih.

Pada bidang dinding yang telah lama diselesaikan, sangat memungkinkan terdapat polutan berupa kotoran, minyak dan debu yang dapat mengurangi kemampuan daya rekat cat pada bidang dinding tersebut.  Bersihkan semua polutan yang berpotensi merusak dan merugikan proses pengecatan.

  • Lapisan cat lama tidak dibersihkan

Kerap kali pelapisan cat baru langsung diaplikasikan di atas cat yang lama. Lapisan cat lama yang tidak dikerok dan dibersihkan, berpotensi mengurangi kemampuan daya lekat cat yang baru. Apalagi bila cat tembok yang lama berkualitas rendah yang bisa rontok dan terlepas jatuh bila ditimpa dengan aplikasi cat tembok baru yang berkualitas baik. Kondisi tembok lama yang telah mengalami pengapuran juga dapat menyebabkan masalah kerontokan dan pengelupasan pada saat pengerjaan aplikasi cat yang baru.

jenis-jenis masalah pengecatan

Hmmmm ... , ternyata banyak faktor yang dapat menyebabkan pengelupasan pada aplikasi cat tembok di dinding rumah kita. Saat nya kita mencari solusi bagi masalah tersebut.

  • Mencari dan memperbaiki sumber-sumber kebocoran yang berpotensi sehingga kelak tidak ditemui lagi masalah rembesan air pada dinding rumah kita.
  • Pada dinding baru : memastikan dinding telah mengering dan dilapisi dengan bahan “alkali resisting primer” untuk menahan keluarnya garam-garam alkali dari dinding.
  • Pada dinding lama yang pernah dicat : memastikan cat lama masih melekat kuat pada dinding, bila perlu kerok dan bersihkan lapisan cat lama yang masih ada.
  • Pada dinding lama : memastikan dinding telah bersih dari polutan (kotoran, minyak dan debu) untuk daya rekat yang optimal serta dilapisi dengan bahan “alkali resisting sealer”.
  • Gunakan cat tembok yang sesuai dengan kegunaan fungsinya. Cat interior untuk pengecatan di bagian dalam rumah dan cat eksterior untuk di bagian luar rumah yang terpapar sinar matahari.
  • Gunakan cat tembok yang berkualitas baik, yang memiliki daya rekat yang baik serta tingkat elastisitas nya memadai.

Dengan perencanaan dan persiapan yang lebih baik, semoga hasil pengecatan pada dinding rumah semakin memuaskan hati.

Add comment


Security code
Refresh