CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Desain Interior Bergaya Shabby Chic

Gaya shabby chic tidak banyak mengeksplorasi warna dan cenderung bermain pada ruang monokrom yang aman. Desain ini mulai berkembang di Negara Inggris sekitar tahun 1980 dan berkembang di Amerika tahun 1990.

Interior bergaya shabby chic ini mulai dikenal dan menjadi pilihan unik di Indonesia. Gaya interior shabby chic menonjolkan furnitur antik dengan fabrics berwarna lembut yang pucat, pada akhirnya menghasilkan suasana interior yang romatis dan elegan. Gaya ini identik dengankehadiran furnitur antik berkesan vintage yang dibiarkan orisinil sesuai warna aslinya.

alt

Warna yang umumnya dipakai adalah warna putih yang menjadi seperti identitas utama dari gaya interior yang juga disebut dengan cottage-style decorini. Selain Putih, warna lain yang mudah ditemui pada penataan ini adalah sentuhan warna pastel yang lembut dan dingin, seperti merah muda, biru muda, hijau dan ungu muda. Khusus untuk warna selain putih, biasanya dijadikan sebagaiaksen dan motif.

Aplikasi warna pada desain shabby chic memiliki kesan yang feminin dalam ambience ruang. Pilih warna utama dan seimbangkan dengan warna komplementernya. Misalnya, jika biru muda menjadi warna utama, harmonikan warna ruang dengan menambahkan Abu-abu Muda dan sedikit putih. Anda dapat memberi warna utama pada furnitur kemudian berikan lapisan bertekstur atau motif dengan warna komplementer di atasnya.

Selain putih dan pastel, model pewarnaan usang, bleach outdan luntur (faded) pun sering diasosiasikan dengan shabby chic.

Add comment


Security code
Refresh