CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Desain Ruangan Shabby Chic

Salah satu ciri khas dari ruangan bergaya shabby chic adalah paduan warna pastel dan aksesori lawas. Namun, penataannya tidak hanya sebatas pada aksesorissaja, lantai pun bisa di kreasikan agar ruangan  tampil lebih cantik.

Esensi dari penataan shabby chic adalah kehadiran furnitur antik berkesan vintage yang dibiarkan orisinil sesuai warna aslinya. Ya, mengenali gaya shabby chicsangat mudah. Tampilan pudar akibat termakan usia menjadi ciri khas yang tidak mungkin dimiliki oleh aliran gaya penataan interior manapun. Putih menjadi seperti identitas utama dari gaya interior yang juga disebut dengan cottage-style décor ini.

alt

Selain Putih, warna lain yang mudah ditemui pada penataan ini adalah sentuhan warna pastel yang lembut dan dingin, seperti merah muda, biru muda, hijau dan ungu muda. Bisa dibilang, shabby chic tidak banyak mengeksplorasi warna dan cenderung bermain pada ruang monokrom yang aman. Khusus untuk warna selain Putih, biasanya merupakan pemberi aksen dan motif.

Penerjemahan warna-warna lembut ini umumnya diterapkan pada motif upholstery, gorden, porselen, lukisan, bahkan motif tegel. Dengan aplikasi warna lembut, desain shabby chic juga mampu menciptakan kesan feminin dalam ruang. Pilih warna utama dan seimbangkan dengan warna komplementernya. Misalnya, jika biru muda menjadi warna utama, harmonikan warna ruang dengan menambahkan abu-abu muda dan sedikit putih.

Anda dapat memberi warna utama pada furnitur kemudian berikan lapisan bertekstur atau motif dengan warna komplementer di atasnya. Selain Putih dan pastel, model pewarnaan usang, bleach out dan luntur pun sering diidentikkan dengan shabby chic.

Add comment


Security code
Refresh