CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Mari Mengadopsi Desain Etnik Maroko

Gaya etnik Maroko memasuki masa keemasannya pada abad ke-11 hingga ke- 15. Arsitektur Maroko banyak mengalami berbagai perkembangan tanpa mengubah intinya. Ciri khasnya, yaitu kasbah yang merupakan bangunan tradisional setempat yang berbentuk seperti benteng di lereng bukit yang kental sentuhan budaya Hispano dan Moorish dari Spanyol.

Unsur dekorasi kasbah merupakan ciri gaya Maroko, tapi semakin lama bentuk kasbah sudah banyak mengalami perubahan dan disajikan lebih sederhana, serta dibuat lebih selaras dengan bentuk bangunannya. Bentuk asli bangunan Maroko, dindingnya selalu terbuat dari tanah yang dicetak dan dijemur di bawah matahari hingga kering.

Pengaruh seni dekorasi Islam Moor bisa terlihat dari penggunaan motif-motif bunga dan tumbuhan yang selalu ada pada penataan gaya Maroko. Courtyard yang diadaptasi dari arsitektur Romawi menjadi ciri lain dari bangunan bergaya Maroko. Anda pun bisa mengaplikasikan gaya ini untuk menghias ruang tengah sebuah hunian.

Warna yang umum dipakai pada desain etnik Maroko yaitu terakota, coklat, abu-abu, hijau, oranye, putih, biru, dan sedikit merah. Semua pewarnaannya dibuat secara alami dari pohon dan batu yang ada di alam Maroko. Karena itu, arsitektur Maroko sering terlihat polos di bagian eksteriornya, tapi ketika masuk ke bagian dalam terasa penuh dengan permainan geometris serta motif bunga dan tumbuh-tumbuhan.

Arsitektur bergaya etnik Maroko mampu menceritakan sejarah panjang percampuran berbagai budaya di belahan benua Afrika. Pengaruh budaya Moor, Arab, dan Berber bisa menghasilkan konsep arsitektur dan seni dekorasi bangunan yang khas.

Add comment


Security code
Refresh