CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Arsitektur Unik Nakagin Capsule Tower dan Ferdinan Cheva Palace

 

Keunikan dan keindahan bangunan dapat terpancar dari kemegahan struktur bangunan, namun dapat pula terpancar dari kerja keras dan kemauan hati yang terpancar dari sang inspirator. Beragam karya-karya arsitektur yang monumental terlahir dari tangan-tangan kreatif dan dari pemikiran idealis sang kreator.

 

Nakagin Capsule Tower (Menara Kapsul Nakagin/Tokyo, Japan)

The Nakagin Capsule Tower merupakan gedung perumahan dan gedung perkantoran dirancang oleh arsitek Kisho Kurokawa dan terletak di Shimbashi, Tokyo, Jepang. Selesai dibangun pada 1972, gedung ini adalah contoh yang dibangun dalam langkah untuk mewujudkan pertumbuhan Negara Jepang.

Sekaligus menjadi sebuah gerakan untuk simbol dari kebangkitan pasca perang budaya Jepang. Gedung itu contoh pertama di dunia arsitektur kapsul yang dibangun dalam penggunaan aktual. Bangunan ini masih digunakan pada 2010, namun kini telah rusak.Bangunan ini sebenarnya terdiri dari dua menara beton yang saling berhubungan, masing-masing sebelas dan tiga belas lantai.

Kapsul dapat dihubungkan dan dikombinasikan untuk menciptakan ruang yang lebih besar. Setiap kapsul terhubung ke salah satu dari dua poros.

 

Ferdinand Cheval Palace/Ideal Palace (Istana Cheval, Prancis)

Ferdinand Cheval adalah seorang tukang pos yang lahir pada tahun 1836 di Charmes-sur-l'Herbasse, Drôme, Perancis dan meninggal pada 19 Agustus 1924). Ia menghabiskan tiga puluh tiga tahun hidupnya di gedung Le Palais idéal (Istana Ideal) di Hauterives.

Palace (Istana) ini kemudian dianggap sebagai contoh luar biasa dari arsitektur seni. Ferdinand mulai membangun Cheval Palace pada April 1879. Ternyata karena hal sepele, inspirasi dari bentuk bangunan adalah karena ia pernah tersandung batu saat akan memulai pembangunan gedung ini. Setelah tersandung batu, keesokan harinya ia mulai mengumpulkan batu. Selama 33 tahun mendatang, Cheval mengambil batu dalam kegiatannya sehari-hari menjadi tukang pos dan membawa batu-batu ini pulang untuk bahan membangun Idéal Palais.

Ia menghabiskan waktu dua puluh tahun pertama untuk membangun dinding luar. Pada awalnya, ia membawa batu-batu di sakunya, kemudian beralih ke keranjang. Akhirnya, ia menggunakan gerobak. Dia sering bekerja di malam hari, hanya bercahayakan lampu minyak. Palace  adalah gaya bangunan kombinasi antara budaya Kristen dan Hindu. Istana ini dibuat dengan campuran batu, kapur, mortir dan semen.

Add comment


Security code
Refresh