CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Gedung Merdeka Bangunan Bersejarah Di Kota Bandung

Gedung Merdeka merupakan salah satu gedung bersejarah yang terletak di pusat kota Bandung tepatnya di Jalan Asia Afrika No.65 Bandung. Gedung Merdeka pernah digunakan sebagai tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika pada tanggal 18-24 April 1955.

Selain itu juga pernah digunakan sebagai tempat sidang-sidang sekaligus Sekretariat Konstituante pada tahun 1956 sampai dengan tahun 1959. Kantor Badan Perancang Nasional, Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) Tahun 1960-1965, Konferensi Islam Asia-Afrika pada Tahun 1965, dan pertemuan-pertemuan lain yang bersifat nasional maupun internasional.

alt

Gedung Merdeka dirancangoleh Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Keduanya adalah Guru Besar pada Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandoeng - yang kemudian menjadi Institut Teknologi Bandung-ITB), dua arsitek Belanda yang terkenal pada masa itu. Gedung ini kental sekali dengan nuansa art deco. Hal tersebutterlihat dari lantainya yang terbuat dari marmer buatan Italia yang mengkilap, terdapat ruangan tempat minum-minum dan bersantai terbuat dari kayu cikenhout.Sedangkan untuk penerangannya dipakai lampu-lampu bias kristal yang tergantung gemerlapan.

Gedung ini menempati areal seluas 7.500 m2.Dibangun pertama kali pada tahun 1895 sebagai tempat berkumpulnya orang-orang Eropa terutama Belanda, dan diberi nama gedung Societeit Concordia. Gedung Societeit Concordia dibangun kembali pada tahun 1921 dengan gaya arsitektur modern (art deco) yang fungsional dan lebih menonjolkan struktur. Di gedung ini terdapat ruang besar (ruang utama) tempat pertunjukan kesenian atau pertemuan, rumah makan, rumah bola (tempat bermain bilyard).

Pada masa pendudukan militer Jepang (1942-1945) digunakan sebagai Pusat Kebudayaan dengan sebutan Dai Toa Kaikan. Namun pada kenyataannya hanya dipakai untuk kesenian, pertemuan dan kegiatan rekreasi lainnya. Pada masa revolusi (1946-1950) pernah dijadikan markas oleh para pejuang Republik Indonesia, tempat kegiatan pemerintahan Kota Bandung setelah Kota Bandung di bagi dua, bagian Utara dibawah kekuasaan Tentara Sekutu dan bagian Selatan dibawah kekuasaan RI dengan batas jalan kereta api (Desember 1945 - Maret 1946). Selain itu juga berfungsi sebagai gedung tempat rekreasi yang dikelola oleh Sociteit Concordia pada masa pendudukan tentara Belanda dan pemerintah Haminte Bandung.

Pada tahun 1965 di Gedung Merdeka dilangsungkan Konferensi Islam Asia Afrika. Pada tahun 1971 kegiatan MPRS di Gedung Merdeka seluruhnya dialihkan ke Jakarta. Setelah meletus pemberontakan G30S, Gedung Merdeka dikuasai oleh instansi militer dan sebagian dari gedung tersebut dijadikan sebagai tempat tahanan politik G30S. Pada bulan Juli 1966, pemeliharaan Gedung Merdeka diserahkan oleh pemerintah pusat kepada Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Jawa Barat, yang selanjutnya oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Jawa Barat diserahkan lagi pelaksanaannya kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Bandung. Tiga tahun kemudian, tanggal 6 Juli 1968, pimpinan MPRS di Jakarta mengubah surat keputusan mengenai Gedung Merdeka (bekas Gedung MPRS) dengan ketentuan bahwa yang diserahkan adalah bangunan induknya, sedangkan bangunan-bangunan lainnya yang terletak di bagian belakang Gedung Merdeka masih tetap menjadi tanggung jawab MPRS.

Add comment


Security code
Refresh