CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Museum Fatahillah Jejak Sejarah Kota Jakarta

Museum Fatahillah disebut juga Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia, terletak di Jl. fatahillah No. 2 Jakarta Barat. Museum Fatahillah memiliki luas lahan 13.388 m2 dengan luas bangunan 1.300m2. Di Museum Fatahillah Anda dapet melihat jejak sejarah Jakarta.

Gedung ini dulunya adalah Gedung Balai Kota yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan Van Horn. Bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan untuk kantor, ruang pengadilan dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai untuk penjara. Setelah mengalami beberapa kali perubahan fungsi gedung ini ditetapkan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada 30 Maret 1974.

alt

Berikut adalah desain arsitektur dari bangunan Museum Fatahillah:

  • Fasade Bangunan, secara sepintas, Arsitektur museum ini bergaya desain abad ke-17 yaitu Neo-Klasik dengan warna lantai cat kuning tanah, kusen pintu dan jendela dari kayu jati berwarna hijau tua, selain itu bagian atap memiliki penunjuk arah mata angin yang mempertegas sisi solid dari bangunan ini.
  • Lantai, seluruh lantai bangunan gedung Museum Fatahillah menggunakan lantai kayu. Lantai seperti ini terdapat pada ruang-ruang (kamar-kamar) bangunan sisi luar. Lantai ubin secara umum masih baik, namun masih terdapat lantai ubin yang hilang, rusak, lepas, dan rusak akibat vandalisme. Selain itu juga dijumpai kerusakan mekanis seperti retak dan pecah.
  • Dinding dan kolom, kolom yang ditampilkan pada bangunan Museum Fatahillah sangat kokoh dengan tiang-tiang tinggi yang berada disamping sepanjang bangunan tersebut dengan warna hitam serta cat dinding berwarna putih.
  • ·         Jendela, bahan yang digunakan untuk jendela adalah kayu jati dengan warna hijau berkualitas baik.
  • ·         Plafond, plafond Lantai 1 merupakan bagian dari lantai 2 dan plafond ini menggunakan bahan kayu.
  • ·         Atap, atap bangunan Museum Fatahillah ini menggunakan bahan genting dengan kualitas yang sangat baik.

Museum Fatahillah menjadi saksi sejarah kejamnya penjajahan Belanda di Indonesia, dibagian bawah gedung terdapat ruang bawah tanah yang disebut penjara bawah tanah. Disebut dalam Buku Out Batavia, karya Dr. F.de Haan, ruangan itu dikenal sebagai lubang gelap atau bahasa Belanda nya Donker Gat. Ruangan ini berbentuk setengah lingkaran berhawa pengap, gelap dan berbau anyir. Temboknya terbuat dari beton dan terdapat jendela kecil yang ditutup oleh jeruji besi. Didalam ruangan terdapat puluhan bola besi yang menyerupai peluru meriam yang beratnya diperkirakan seberat ratusan kilo. Bola-bola besi itu diikatkan pada kaki tahanan VOC yang disekap dalam ruangan sempit dan gelap supaya tidak melarikan diri. Di lantai dua tepatnya di areal ruang sidang, disisi sayap barat terdapat tangga melingkar menuju lantai atas tempat lonceng kematian dibunyikan.

Kini, Museum Fatahillah menjadi salah satu objek wisata yang bisa Anda kunjungi jika ingin tahu lebih jauh mengenai sejarah Jakarta yang dulunya bernama Batavia.

Add comment


Security code
Refresh