CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Lawang Sewu Arsitektur Kuno Kota Semarang

Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan zaman Belandayang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS).

Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.

Awalnya bangunan tersebut didirikan untuk digunakan sebagai Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) atau Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta NIS. Sebelumnya kegiatan administrasi perkantoran NIS dilakukan di Stasiun Samarang NIS. Namun pertumbuhan jaringan perkeretaapian yang cukup pesat, dengan sendirinya membutuhkan penambahan jumlah personel teknis dan bagian administrasi yang tidak sedikit seiring dengan meningkatnya aktivitas perkantoran. Salah satu akibatnya kantor pengelola di Stasiun Samarang NIS menjadi tidak lagi memadai. NIS pun menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai jalan keluar sementara.

alt

Hal tersebut dirasa tidak efisien. Belum lagi dengan keberadaan lokasi Stasiun Samarang NIS yang terletak di kawasan rawa-rawa hingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting. Kemudian diputuskan untuk membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal). NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam.

Seluruh proses perancangan dilakukan di Negeri Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke kota Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangani di Amsterdam tahun 1903.

Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian. Jika pengunjung memasuki bangunan utama, mereka akan menemukan tangga besar ke lantai dua. Di antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda.

Arsitektur lawang sewu menyesuaikan diri dengan kondisi negara Indonesia yang selalu dihujani sinar matahari sehingga lawang sewu memiliki lorong bawah tanah yang digenangi dengan air agar lantai di atasnya selalu dingin dan dilengkapi dengan lorong-lorong sebagai ventilasi pada setiap ruangan di atasnya. Atap dan desain langit-langit yang canggih sehingga mensirkulasi udara panas keluar melalui ventilasi. Dilengkapi dengan kaca patri bergambar dua putri yang didesain agar menerangi ruangan ballroom dengan aneka cahaya ketika terkena cahaya matahari pada sore hari.

Pada gedung Lawang Sewu juga terdapat ruang bawah tanah yang pada zaman Jepang ruang bawah tanah ini digunakan sebagai penjara. Terdapat dua macam penjara yang ada di ruang bawah tanah, yaitu penjara duduk dan penjara berdiri. Untuk penjara duduk tingginya hanya satu meter lalu ada penutup di atasnya. Sementara itu untuk penjara bediri lebarnya sangat sempit dan hanya cukup diisi oleh satu orang saja.

Pada awal tahun 2012 gedung utama Lawang Sewu selesai di renovasi dan terlihat menjadi lebih indah, gedung pembantu di belakangnya  juga telah berubah wujud menjadi bangunan museum kecil sejarah NIS.

Add comment


Security code
Refresh