CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Bandar Udara Juanda, Bandara Tersibuk Kedua Di Indonesia

alt

Bandara Internasional Juanda, adalah bandar udara internasional yang melayani kota Surabaya, Jawa Timur dan sekitarnya. Bandara Juanda terletak di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, 20 km sebelah selatan kota Surabaya.

Bandara Internasional Juanda dioperasikan oleh PT Angkasa Pura 1. Namanya diambil dari Djuanda Kartawidjaja, Perdana Menteri terakhir Indonesia yang telah menyarankan pembangunan bandara ini. Bandara Internasional Juanda adalah bandara terbesar dan tersibuk kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta berdasarkan pergerakan pesawat dan penumpang. Bandara ini memiliki panjang landasan 3000 meter dengan luas sebesar 51.500 m², atau sekitar dua kali lipat dibanding terminal lama yang hanya 28.088 m².

Bandara baru ini juga dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir seluas 28.900 m² yang mampu menampung lebih dari 3.000 kendaraan. Bandara ini diperkirakan mampu menampung 6 juta hingga 8 juta penumpang per tahun dan 120.000 ton kargo/tahun. Bandara Udara Juanda dibangun sejak tahun 1959 dan diresmikan penggunaanya oleh Presiden Pertama Republik Indonesia pada tanggal 12 Agustus 1964 dengan sebutan pangkalan udara TNI-AL(Lanundal Juanda).

alt

Pada awalnya dipergunakan untuk keperluan militer,namun sejalan dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan maka bandara ini berkembang pula untuk penerbangan sipil.Perkembangan penerbangan sipil yang semakin meningkat menyebabkan meningkatnya kesibukan TNI-AL.Tahun 1981 penerbangan sipil di Lanudal Juanda dialihkan pengelolaanya dari departemen pertahanan dan keamanankepada departemen perhubungan,dengan pengolahan Bandara Juanda diserahkan pada Direktorat Perhubungan Udara sampai tahun 1984.

Sejak tanggal 1 januari 1985 pengolahan bandara diserahkan kepada Perum Angkasa Pura.Tahun 1986 Perum Angkasa Pura berubah menjadi Perum Angkasa Pura I.Dibawah pengolahan PT Angkasa Pura I Bandara Juanda telah melakukan perubahan-perubahan dan mengalami perkembangan di antaranya, tanggal 26 juli 1985 ditetapkan sebagai Bandara Ekspor/Impor.Pada 12 Desember 1987 dibuka pelayanan penerbangan internasional seperti Singapura,Hongkong, Taipe dan, Manila dengan Transit Bandara Soekarno-Hatta.

alt

Setahun berikutnya yaitu tanggal 1 Oktober 1988 dilayani kedatangan Internasional Khusus custum.Pada tahun 1988 Bandara Juanda dinyatakan sebagai pintu masuk bebas visa bagi wisata asing.Kemudian tanggal 26 Mei 1990 dilakukan peresmian VIP Room oleh Sudharmono. Pada 24 Desember 1990,Menteri Perhubungan Ir.Aswar Anas meresmikan terminal Internasional sekaligus pembukaan penerbangan Internasional perdana.

Secara keseluruhan terminal Bandara Juanda mencapai 28.088 m2 dengan kapasitas total 5,4 juta penumpang/tahun.Bandara Juanda memiliki 3 terminal yaitu terminal domestik, Internasional dan terminal Cargo.Untuk terminal domestik luasnya20.131 m2dandapat melayani hingga 4 juta penumpang/tahun.Sedangkan, terminal internasional berkapasitas 1,4 juta penumpang/tahun dengan luas bangunan 7.957 m2.  Untuk terminal Cargo terletak di sebelah barat bandaradengan luas 9.200 M2.

Selain terminal-terminal di atas,Bandara Juanda juga memliki terminal VIP yang terletak di sebelah timur terminal Internasional.Terminal ini digunakan untuk kedatangan maupun keberangkatan tamu Khusus atau tamu bandara.

Add comment


Security code
Refresh