CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Desain Sekolah Ramah Lingkungan Green School Bali

alt

Green SchoolBali merupakan salah satu sekolah dengan arsitektur yang luar biasa, yang memanfaatkan hasil alam terbaharukan terutama bambu sebagai konstruksi utamanya. Arsitektur hijau di Green School Bali ini merupakan sebuah langkah nyata dari kepedulian terhadap masalah pemanasan global yang telah mengancam kelangsungan hidup manusia.

Kompleks sekolah internasional Green School iniberlokasi di Sibang Kaja, kawasan Badung, Bali.Semua bangunan di kompleks ini menggunakan bambu sebagai material utamanya dan alang-alang sebagai penutup atapnya. Hampir semua ruangan dalam bangunan dibuat tanpa dinding, kecuali kantor pengelola yang dinding dan jendelanya memakai bilah bambu.Pintu masuk sekolah yang berupa jembatan bambu membuat anak-anak bisa bermain di sungai di bawahnya. Jalan setapak di lingkungan sekolah dikelilingi batu vulkanik.

alt

Green Schoolmengajarkan siswanya menanamkan nilai-nilai kehijauan. Semua ruangan seperti ruang pertemuan, ruang makan, ruang serba guna dan kamar kecil menampilkan keharmonisan antara bangunan buatan manusia dengan alam sekitarnya. Konsep yang berkelanjutan dan ramah lingkungan ini digagas oleh John Hardy, seorang warga negara Kanada yang telah tinggal di Bali selama lebih dari 30 tahun.

Ruang kelas Green School didesain terbuka, melalui taman yang dipenuhi pohon nanas dan tanaman padi yang tumbuh subur. Di pusat sekolah adalah area utama yang bernama Heart of School. Bangunan ini didirikan dalam bentuk heliks ganda, berbentuk spiral tiga lantai. Sebuah gitar digantung di pusat bangunan sehingga anak-anak bisa memainkan sekolah mereka sendiri seperti instrumen.

alt

Bangunan lainnya pada Green School adalah balai pertemuan yang juga dipakai sebagai ruangan makan dan memiliki bentang besar tanpa kolom di tengahnya kecuali pada kedua ujungnya. Bangunan ini memiliki skylight memanjang yang ditopang oleh kolom-kolom dan bilah bambu yang diikat kawat baja. Konsep bangunan ini sangat bersahaja, bahkan fondasinya pun tidak serumit struktur beton atau struktur baja pada umumnya.

Desain yang unik terdapat pada bangunan kelas yang terbuka tanpa dinding dimana interaksinya dengan alam terasa intens terutama saat udara agak panas atau hari hujan. Mengingat sebagian besar siswa Green School adalah siswa asing dari negara empat musim, diperlukan juga ruang khusus yang dingin berupa ruangan berbentuk kubah yang dibentuk dari bahan kain dilapisi lateks. Apabila satu sisinya ditiup angin sehingga menggelembung yang dapat digunakan apabila hari panas.

Bahan Baku dari bangunan ini adalah bambu lokal, yang diambil dari pengembangan berkelanjutan (perkebunan) sehingga terus dikembangkan dan menghasilkan stok yang banyak. Sehingga bambu tersebut bisa digunakan untuk bereksperimen arsitektur selanjutnya. Hasilnya adalah sebuah komunitas hijau yang bisa menjadikan inspirasi dan ilmu bagi para mahasiswa agar lebih fokus mempelajari tentang lingkungan hijau agar planet ini selamat dari bahaya Efek Rumah Kaca dan sebagainya.

Add comment


Security code
Refresh