CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Lindeteves Sebuah Arsitektur Bersejarah Di Kota Surabaya

Gedung Lindetevesterletak di jalan Pahlawan, Surabaya. Sewaktu penjajahan Jepang, gedung ini dipakai oleh Kitahama Butai, yang menjadi sebuah bengkel untuk perbaikanserta penyimpanan senjata berat.Saat ini gedung Lineteves dgunakan oleh Bank Mandiri.

Gedung ini dibangun pada tahun 1911. Perancangnya adalah biro arsitek Hulswit, Fermont dan Ed. Cuypers dari Batavia (Jakarta). Setelah Belanda takluk, pada masa Kolonial Jepang, gedung ini beralih fungsi menjadi Kitahama Butai, yaitu bengkel dan gudang  untuk menyimpan peralatan  perang  dan kendaraan tempur tentara Jepang.

alt

Sebelumnya, gedung ini digunakan oleh N.V Lindeteves-Stokvis yang merupakan  satu di antara lima perusahaan konglomerat Belanda. Empat perusahaan lainnya adalah NV Rotterdam Internatio, NV Borsumij Maatschappij, NV Geo Wehry , dan NV Jacobson van den Berg. Mereka menguasai jaringan bisnis perdagangan, produksi, jasa, industri, serta distribusi di sejumlah negara. Di Surabaya NV. Lindeteves-Stokvis adalah cabang dari perusahaan yang berkedudukan di Semarang.

Bisnisnya dibidang konstruksi baja membuat pihak Jepang menjadikan gedung di jalan Pahlawan ini bengkel perbaikan peralatan perangnya dimasa pendudukan Jepang tahun 1942-1945. Pada pertempuran hebat tgl 1 Oktober 1945 antara pejuang  ‘Arek-arek Suroboyo‘ dengan pasukan tentara Jepang, pejuang Indonesia berhasil merebut gedung ini dengan mendapatkan rampasan perang berupa meriam ringan, panser dan tank.

Dengan latar belakang dan kisah sejarahnya nya yang heroik, gedung ini ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya berdasarkan SK no 188.45/251/402.104/1996 no urut 35.

 

Add comment


Security code
Refresh