CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Benteng Fort Rotterdam Arsitektur Bersejarah Di Sulawesi Selatan

Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di SulawesiSelatan yang megah dan menawan. Fort Rotterdam yang bersejarah, telah menjadi salah satu lokasi wisata yang ada dikota Makassar. Bangunan ini kini telah dijadikan sebagai museum nasional.

alt

Sejarah awal mula terbentuk benteng ini merupakan prakarsa Raja Gowa ke-9 yang bernama Raja I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. Penyu hewan yang mampu hidup didarat dan laut, menjadi bentuk benteng penuh filosofi dari sebuah kerajaan Gowa yang bermakna kerajaan dapat berjaya didarat maupun dilaut. Awalnya hanyalah benteng yang terbuat dari tanah liat, yang selanjutnya dibangun kembali menggunakan batu padas dari pegunungan Karst. Rekontruksi ini dilakukan pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin. Pada tanggal 23 Juni 1635, dibangun lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang.

Dahulu nama benteng ini bukan benteng Fort Rotterdam namun nama asli benteng ini adalah benteng Ujung Pandang. Benteng Fort Rotterdammerupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa, Kesultanan ini pernah Berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibu kota Makassar. Kesultanan ini sebenarnyamemiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibu kota. Hanya saja, Benteng Fort Rotterdam merupakanbenteng paling megah diantara benteng benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini.

alt

Dinding benteng Fort Rotterdamkokoh menjulang setinggi 5 meter dengantebal sekitar 2 meter, dengan pintu utama berukuran kecil. Jika dilihat dari udara benteng ini berbentuk segi lima seperti penyu yang hendak masuk kedalam pantai. Karena bentuknya mirip penyu, sehingga terkadang juga dinamakan Benteng Panynyua (Penyu). Benteng ini mempunyai 5 bastion, yaitu bangunan yang lebih kokoh dan posisinya lebih tinggi di setiap sudut benteng yang biasanya ditempatkan kanon atau meriam.

Benteng ini pernah hancur pada masa penjajahan Belanda. Belanda pernah menyerang Kesultanan Gowa yang saat itu dipimpin Sultan Hasanuddin, yaitu antara tahun 1655 hingga tahun 1669. Gubernur Jendral Speelman kemudian membangun kembali benteng yang sebagian hancur dengan model arsitektur Belanda. Bentuk benteng yang tadinya segi empat dengan empat bastion, ditambahkan satu bastion lagi di sisi barat. Nama benteng kemudian dinamakan Fort Rotterdam, yang merupakan nama tempat kelahiran Speelman.

Add comment


Security code
Refresh