CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Keindahan Kompleks Bangunan Taman Sari

Tamansari adalah taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarganya. Sebenarnya selain Taman Sari, Kesultanan memiliki beberapa pesanggrahan seperti Warungboto, Manukberi, Ambarbinangun dan Ambarukmo.

Semuanya berfungsi sebagai tempat tetirah dan bersemadi Sultan beserta keluarga. Disamping komponen-komponen yang menunjukkan sebagai tempat peristirahatan, pesanggrahan-pesanggrahan tersebut selalu memiliki komponen pertahanan, begitu juga halnya dengan Tamansari. Taman bunga yang indah. Begitulah kira-kira arti dari nama Taman Sari.

Taman Sari adalah sebuah istana dibangun pada masa pemerintahan Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I. Tujuan pembangunan istana ini adalah untuk menghormati jasa istri-istri Sultan yang telah membantu pada masa perang. Maka dibangunlah sebuah istana yang berada di sebuah umbul (mata air) yang terletak sekitar 500 meter sebelah selatan keraton. Istana tersebut dikelilingi oleh kolam pemandian buatan dengan wewangian bunga-bunga yang ditanam di sekelilingnya.

Areal pemandian ini merupakan kompleks bangunan yang sangat indah dan menjadi aset Keraton Yogyakarta. Dibangun setelah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, tempat ini memang didesain sebagai tempat pengasingan diri Sultan Yogyakarta dan keluarganya dari hiruk pikuk dunia. Taman Sari memang dirancang sedemikian rupa agar bisa menghadirkan ketenangan bagi siapapun yang berada di dalamnya.

Letak Tamansari hanya sekitar 0,5 km sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Arsitek bangunan ini adalah bangsa Portugis, sehingga selintas seolah-olah bangunan ini memiliki seni arsitektur Eropa yang sangat kuat, disamping makna-makna simbolik Jawa yang tetap dipertahankan. Namun jika kita amati, makna unsur bangunan Jawa lebih dominan di sini. Tamansari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I atau sekitar akhir abad XVII M.

 

Add comment


Security code
Refresh