CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Hotel Savoy Homann Dengan Gaya Arsitekturnya Yang Menarik

Hotel Savoy Homann adalah hotel bintang empat yang berada di Jl. Asia-Afrika No. 112, Cikawao, Lengkong, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.  Pendahulu hotel ini adalah Hotel Homann, milik keluarga Homann, yang dikenal akan sajian rijsttafel buatan Ibu Homann yang lezat.

alt

Pada tahun 1939, bangunan ini dirancang dengan desain gelombang samudera bergaya art deco karya Albert Aalbers. Untuk menegaskan kebesarannya, kata "Savoy" ditambahkan, yang ditambahkan pada tahun 1940 dan tetap demikian hingga tahun 1980-an. Kemudian dilakukan modifikasi (pintu masuk diperbesar, pembuatan toilet di jalan masuk, penambahan AC di depan). Hotel ini memiliki pekarangan dalam (jauh dari jalan raya), dan tamu dapat menikmati sarapan di udara terbuka.

Hotel Savoy Homann merupakan salah satu hotel terbesar di Asia Tenggara pada masanya, dikelola oleh Fr. J. Van Es yang pernah mengelola hotel des Indes di Batavia Jakarta selama lima tahun. Hotel tersebut memperoleh kepercayaan dari pemerintah sebagai tempat terselenggaranya beberapa konferensi tingkat internasional seperti, Konferensi Asia Afrika, Konferensi P.A.T.A, Konferensi Islam Asia Afrika, dan lain-lain.

Bangunan Hotel Savoy Homann yang ada seperti sekarang ini adalah hasil karya arsitek AF. Aalbers dan R. A. Dewall.Setelah Kemerdekaan Indonesia, hotel ini diambil alih oleh oleh grup hotel Bidakara, sehingga namanya bertambah menjadi Savoy Homann Bidakara Hotel. Hotel ini terus mengalami penataan dan perbaikan namun kegiatan ini tampaknya tidak menyalahi konsep-konsep pelestarian.

alt

Hotel Savoy Homann berdiri diatas areal seluas 10.074 m2 dengan luas gedung 11.185 m2 (bangunan bertingkat). Arsitektur bangunan sangat menarik, dengan permainan bentuk bangunan plastis kurva linier dan didominasi oleh garis horizontal serta dilengkapi dengan menara tunggal yang menjulang tinggi, berperan sebagai penata perhatian.

Hotel Homann selain digunkan untuk Hotel, pada tahun 1941- 1945 dipergunakan sebagai wisma PMI, tahun 1945-1948  sebagai wisma Jepang, tahun 1949 sebagai hotel lagi dan tahun 1955 digunakan untuk menginap para delegasi Konferensi Asia Afrika (Nasser, Ir Soekarno, Chuo En Lai, Nehru dll). Tahun 1987 hotel ini dibeli oleh HEK Ruhiat dan fungsinya tetap sebagai hotel.

Add comment


Security code
Refresh