CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Xie Tian Gong Dengan Arsitektur Asli Oriental

alt

Xie Tian Gong adalah klenteng pertama di Kota Bandung ini didirikan pada akhir abad ke-19. Hingga kini kelenteng ini masih menjadi yang tertua dan terbesar di Kota Bandung. Sejarah kelenteng ini berawal dari etnis Tionghoa yang hijrah ke Bandung usai perang Diponegoro (1825-1830).

Seorang Luitennant der Chinesschen (pemimpin seluruh kawasan etnis Tionghoa) Bandung saat itu, Tan Djoen Liong, memelopori pendirian sebuah kelenteng atau yang disebut juga Miao.Kelenteng Xie Tian Gong atau Kelenteng Hiap Thian Kiong atau dikenal dengan nama Vihara Satya Samudra di Jalan Kelenteng Bandung memiliki arsitektur Tionghoa yang masih orisinal. Selain itu kelenteng ini memiliki historis yang cukup panjang karena dibangun di era kolonial.

Dalam pembangunan kelenteng ini, tak tanggung-tanggung Tan Djoen Liong mendatangkan seorang arsitek dan ahli teknik sipil langsung dari Cina. Mereka adalah Chui Tzu Tse dan Kung Chen Tse, yang memang ahli dalam pembuatan kelenteng. Chinese Kerkweg (sekarang Jalan Kelenteng) dipilih sebagai tempatnya untuk mendirikan kelenteng ini. Jalan Kelenteng saat itu memang menjadi salah satu kawasan Pecinan yang banyak ditinggali etnis Tionghoa.

alt

Tan Djoen Liong kemudian menamakan kelenteng ini Shend Di Miao, yang berarti Istana Para Dewa. Nama ini diambil karena kelenteng ini digunakan sebagai tempat ibadah bersama etnis Tionghoa dari berbagai tempat dengan kepercayaannya yang berbeda-beda. Nama kelenteng ini memang sangat sesuai, mengingat pembangunannya pun didanai secara bersama-sama dari seluruh etnis Tionghoa yang tersebar di Indonesia.

Kelenteng yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya di Kota Bandung, Jawa Barat ini merupakan satu-satunya dari semua tempat pemujaan masyarakat Tionghoa yang memiliki kepercayaan Konghucu, Tao dan Budha. Sehingga pakem bangunan juga masih merupakan peninggalan aslinya.

Add comment


Security code
Refresh