CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Poncowitan Arsitektur Klenteng Tertua Di Yogyakarta

 

Klenteng Poncowinatan terletak di jalan Poncowinatan. Namun nama asli klenteng itu adalah Zhen Ling Gong. Sekitar tahun 1860-an di kawasan sebelah utara Tugu Yogyakarta ditetapkan sebagai kawasan penduduk Tionghoa (de Chinese Bevolking) oleh Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Bangunan inididominasi warna merah dan kuning emas sebagai corak ornamen dengan sudut atap yang meruncing sudah menjadi salah satu ciri khas dari kawasan Pasar Kranggan yang terletak di Jalan Poncowinatan. Masyarakat Yogyakarta mengenalnya dengan sebutan Klenteng Poncowinatan, bangunan ini berdiri pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VII. Sejarah berdirinya bangunan ini bermula dari ditetapkannya kawasan Poncowinatan sebagai Chinesse Town (de Chinese Bevolking).

alt

Klenteng Poncowinatan dibangundiatas Sultan ground (tanah keraton/milik sultan)dengan luas tanah 6.244 meter2. Dari tanah yang diberikan itulah, orang Tionghoa akhirnya mendirikan tempat peribadatan mereka yakni Kauw Lang Teng, yang kemudian mengalami perubahan penyebutan menjadi Klenteng yang berarti tempat mendidik orang. Klenteng Poncowinatan atau Zhen Lin Gong ini menjadi klenteng tertua di Yogyakarta yang sudah ada sejak tahun 1881.

alt

Keistimewaan dari Klenteng Poncowinatan ini merupakan salah satu Bangunan Cagar Budaya (BCB) yang dimiliki Kota Yogyakarta yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.07/PW.007/MKP/2010,yang ditanda tangani Menteri Kebudayaan dan Pariwsata Jero Wacik. Keunikan yang lain dari Klenteng Poncowinatan ini terlihat ketika setiap perayaan Imlek yang menghadirkan nuansa adat Jawa.

Setiap Imlek tiba, Klenteng Poncowinatan ini juga dalam tradisinya menggelar tumpengan merah putih yang didoakan bersama-sama. Tumpengan merah putih ini digelar untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia dan kemakmuran umat di seluruh dunia.

Add comment


Security code
Refresh