CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Arsitektur Klenteng Tertua Di Kota Malang

Klenteng Eng An Kiong terletak di Jalan R.E. Martadinata 1 Malang, Provinsi Jawa Timur, atau tepatnya berdampingan dengan Pasar Besar Malang, di kawasan Kota Lama Malang. Konon, klenteng ini dibangun pada tahun 1825 atas prakarsa dari Liutenant Kwee Sam Hway.

Ia adalah keturunan ketujuh dari seorang Jenderal di masa Dinasti Ming berkuasa di Tiongkok. Ketika itu, keturunan sang Jenderal ditekan oleh Dinasti Jing sehingga terpaksa melarikan diri ke Nusantara.  Kelenteng Eng An Kiong Malang sendiri ternyata memiliki catatan sejarah yang begitu luar biasa karena selain menjadi salah satu Klenteng tertua di Kota Malang juga merupakan peninggalan sejarah turunan ketujuh Jendral Dinasti Ming.

Menurut sejarah, kurang lebih sekitar 400 tahun lamanya setelah Laksamana Cheng Ho menapakkan kaki di tanah Jawa, Kelenteng Eng Ang Kiong pun didirikan. Hal itu berdasarkan inisiatif dari Lt. Kwee Sam Hway. Ia adalah keturunan ketujuh dari seorang Jendral di jaman Dinasti Ming yang berkuasa di Tiongkok. Saat itu, keturunan sang Jendral ditekan oleh Dinasti Jing sehingga terpaksa melarikan diri ke Indonesia.

Sang Kapiten (keturunan kelima Jendral masa Dinasti Ming) mendarat di Jepara kemudian menikah dengan putri yang leluhurnya mendarat di Sumenep Madura. Lt. Kwee Sam Hway adalah cucu dari sang Kapiten yang kemudian membangun Klenteng Eng An Kiong. Dia berangkat dari Sumenep dan akhirnya menemukan sebuah daerah di Kota Malang. Menurut Bonsu Hanom Pramana, Eng An Kiong berarti “istana keselamatan dalam keabadian Tuhan”.

Ornamen-ornamen indah yang tersebar di berbagai tempat serasa begitu memanjakan mata para pengunjung yang memandangnya.  Bukan hanya memiliki unsur seni yang tinggi dan bermakna begitu mendalam, diantara beberapa ruangan di kelenteng ini juga terdapat sebuah kolam indah yang dihuni oleh banyak ikan koi. Untuk menghormati mereka yang sedang berdoa di Kelenteng Eng An Kiong Kota Malang, para pengunjung disarankan tidak memotret maupun melakukan sesuatu yang dapat menggangu umat yang sedang beribadah.

Biasanya, banyak tradisi budaya yang sarat dengan nilai religius diadakan di Kelenteng Eng An Kiong terutama ketika menjelang peringatan Tahun Baru Imlek atau Perayaan Ulang Tahun Kelenteng itu sendiri.

Add comment


Security code
Refresh