CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Museum Tekstil Jakarta

MuseumTekstil dibangun pada abad ke-19, yang awalnya adalah sebagai Landhuis (villa) milik orang Perancis yang tinggal di Batavia. Kemudian dibeli oleh Abdul Aziz Mussawi Alkatiri, Konsul Turki di Batavia. Lalu pada tahun 1942, bangunan ini dijual lagi kepada Dr. Karel Christian Crucg.

Museum ini terletak di Jalan Aipda Karel Sasuit Tubun No. 2 – 4 Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Lokasi museum ini, tepatnya berada di sebelah barat Kompleks Pertokoan Tanah Abang yang menuju arah Slipi.Keberadaan Museum Tekstil ini didasari pada keinginan untuk mengoleksi dan memperkenalkan aneka ragam tekstil tradisional Indonesia, yang merupakan salah satu negara terbesar penghasil tekstil tradisional.

Museum ini secara khusus menangani pengumpulan, pengawetan dan pameran, serta mengembangkan konsep edukatif-rekreatif dengan ditunjang berbagai fasilitas publik seperti: Gedung Utama Pameran sebagai Ruang Display, Galeri Batik, Taman Pewarna Alam, Pendopo Kreativitas, Ruang Penyimpanan dan Perawatan Koleksi, Perpustakaan, Auditorium, Toko Cinderamata, mushola serta lahan parkir yang luas.

Ruang Display digunakan untuk memamerkan tekstil Indonesia, baik koleksi museum, koleksi para desainer maupun masyarakat pecinta tekstil. Display disajikan dalam ruang terbuka, mengundang pengunjung untuk melihat, dan mengeksplorasi koleksi secara lebih dekat, menciptakan hubungan yang erat dengan tekstil Indonesia.

Koleksi Museum Tekstil berjumlah 1980 koleksi yang terdiri dari 786 koleksi kain batik, 709 koleksi kain tenun, 325 koleksi campuran, 60 koleksi peralatan, 100 koleksi busana dan tekstil kontemporer. Galeri Batik (Batik Gallery) menampilkan sejumlah batik kuno dan batik perkembangan dari masa ke masa ini merupakan embrio Museum Batik Nasional yang dikelola oleh Yayasan Batik Indonesia (YBI) bekerja sama dengan Museum Tekstil.

Galeri ini diresmikan pada tanggal 2 Oktober 2010 dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Batik Indonesia sebagai salah satu World Heritage. Kemudian, ada juga taman dengan luas 2000 m² yang terletak dibelakang gedung utama berfungsi untuk melestarikan dan mengenalkan kepada pecinta tekstil tentang pohon-pohon yang dapat digunakan sebagai bahan baku pewarna alam.

Sedangkan, pendopo kreativitas berada di timur laut dari bangunan utama Museum Tekstil, dan berada di belakang dari kompleks museum ini. Pendopo ini biasanya digunakan untuk menggelar berbagai kursus maupun pelatihan. Pelatihan batik adalah salah satu pelatihan yang paling diminati oleh sebagian masyarakat. Mereka yang telah mengikuti pelatihan batik di museum telah mampu mengembangkan karyanya dengan lebih professional selain sebagai hobi. Selain pelatihan batik, tersedia juga kursus pewarna alam, aplikasi payet, silk painting, T-Shirt painting, sulam pita dan kreasi mencipta motif kain di atas gerabah.

Ruang Penyimpanan dan Perawatan Koleksi berada di belakang bangunan utama museum ini atau tepatnya setelah Taman Pewarna Alami. Ruangan ini berfungsi untuk menyimpan dan merawat koleksi yang dimiliki oleh Museum Tekstil.

Ruang perpustakaan disediakan untuk pengunjung sebagai proses pembelajaran tekstil Indonesia, dengan koleksi buku-buku tekstil yang cukup lengkap. Ruang perpustakaan menghadap ke Taman Pewarna Alam.

Toko Cinderamata merupakan sarana bagi pengunjung untuk memperoleh cinderamata yang dapat dijadikan busana dan aksesorinya sesuai kebutuhan. Aktivitas Museum Tekstil ini tergolong “hidup” bila dibandingkan dengan keberadaan museum lainnya yang ada di Indonesia. Denyut nadi aktivitas museum ini ditandai dengan adanya agenda Museum Tekstil yang relatif tetap dan rutin.

 

Add comment


Security code
Refresh