CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Mahakarya Arsitektur Candi Borobudur

Candi Borobudur didirikan di atas sebuah bukit seluas ± 7,8 ha pada ketinggian 265,40 m di atas permukaan laut atau berada ± 15 m di atas bukit sekitarnya. Denah candi yang menyerupai bujur sangkar dengan 36 sudut pada dinding teras 1, 2 dan 3 tersusun dari batu Adhesit dengan sistem dry masonry (tanpa pelekat) yang diperkirakan mencapai 55.000 m3 atau 2.000.000 blok batu. 

 

 

Untuk memperkuat konstruksi dipergunakan sambungan batu tipe ekor burung ke arah horizontal, sedangkan untuk yang arah vertikal menggunakan sistem getakan. Pada masing-masing tingkat dan setiap penjuru mata angin terdapat pintu gerbang atau tangga. Pintu utama ada di sebelah timur.Menurut Hoening yang dikutip oleh Bernet Kempers, rancangan semula candi Borobudur adalah candi yang mempunyai empat pintu di atas suatu undag-undag sembilan tingkat. Bentuk ini banyak ditemui di Kamboja. Menurut H. Parmentier yang dikutip oleh Bernet Kempers, menyebutkan bahwa pada rencana semula candi Borobudur akan mempunyai sebuah stupa yang sangat besar sekali, yang diletakan pada bagian yang sekarang ditempati banyak stupa.

Perkiraan ini banyak dilihat dari sisa susunan batu pada tangga dinding teras ± sisi barat dan utara yang merupakan dasar dari sebuah stupa besar dengan diameter AE 51 m. Sedangkan menurut Sutterheim dalam bukunya yang berjudul “Tjandi Borobudur, Naam Vorm en Beteekens”, 1929 yang dikutif Purnama Atmadi menyebutkan hasil perubahannya, bentuknya sesuai dengan keterangan dalam kitab Jawa Kuno “Sang Hyang Kamahayanikam” yang menguraikan filsafat agama Budha, dikatakan bahwa bangunan candi Borobudur adalah “Stupa Prasada” yaitu suatu bangunan gabungan dari stupa bagian atas dan piramida yang mempunyai undag-undag. Dan apabila dilihat dari aspek seni bangunan, ada dua bentuk seni arsitektur yang dipadukan, yaitu.Hindu Jawa Kuno yaitu adanya punden berundak, relief maupun patung Budha yang sedang bermeditasi.Serta India yaitu adanya stupa dan lantai yang bundar.

 

 

Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa Indonesia membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun, semakin ke atas semakin kecil seperti bangunan candi Borobudur. Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Candi Borobudur merupakan versi lain dari bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun, termasuk di India. Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan candi Borobudur yang merupakan ciri khas arsitektur Budha di Indonesia.

Borobudur tidak hanya memiliki nilai seni yang teramat tinggi, karya agung yang menjadi bukti peradaban manusia pada masa lalu ini juga sarat dengan nilai filosofis. Mengusung konsep mandala yang melambangkan kosmologi alam semesta dalam ajaran Buddha, bangunan megah ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni dunia hasrat atau nafsu (Kamadhatu), dunia bentuk (Rupadhatu), dan dunia tanpa bentuk (Arupadhatu). Jika dilihat dari ketinggian, Candi Borobudur laksana ceplok teratai di atas bukit. Dinding-dinding candi yang berada di tingkatan Kamadatu dan Rupadatu sebagai kelopak bunga, sedangkan deretan stupa yang melingkar di tingkat Arupadatu menjadi benang sarinya. Stupa Induk melambangkan Sang Buddha, sehingga secara utuh Borobudur menggambarkan Buddha yang sedang duduk di atas kelopak bunga teratai. 

 


 

QUIZ

Jawab pertanyaan berikut dan dapatkan boneka lucu dari SANLEX Prodigio setiap hari!

  • Apa yang sebaiknya dilakukan dahulu sebelum memasang batu alam?

 

Follow @Sanlex_Prodigio dan add / like Facebook SANLEX Prodigio Hiyoto, dan kirim jawabanmu melalui media sosial pada pukul 13:00-15:00. Pemenang diumumkan pukul 08:30 esok hari!

 

Temukan jawabannya di: Mengaplikasikan Batu Alam pada Rumah Minimalis


 

 

Add comment


Security code
Refresh