CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Stasiun Tugu Dengan Gaya Bangunan Yang Memiliki Keindahan Tersendiri

Stasiun Tugu Jogja merupakan rangkaian proyek besar Pemerintah Kolonial Belanda di Pulau Jawa yang melimpah hasil bumi mulai perkebunan dan pertaniannya. Pada 17 Juni 1864, Gubernur Jenderal Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van Beele meletakkan batu pertama pembangunan rel kereta api di Pulau Jawa. 

 

 

Jalur tersebut dikelola oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, Perusahaan Perkeretaapian Hindia Belanda, yang beroperasi mulai 10 Agustus 1867 dengan hubungan jalur Kota Semarang dan Tanggung,Surakarta. Perkembangan kereta api semakin pesat dengan sang gubernur meneruskan pembangunan jalur kereta sepanjang 166 kilometer ke arah Kota Jogja.

Stasiun Lempuyangan yang pertama kali dibangun dan beroperasi pada 2 Maret 1872 sedangkan Stasiun Tugu mulai digunakan pada 2 Mei 1887.Awalnya, Stasiun Tugu sangat kecil dengan pelayanan tidak seberapa dibanding stasiun kereta di kota lain di Nusantara. Namun kini Stasiun Tugu menjelma sebuah stasiun besar yang nyaman, bersih, dan pelayanannya memuaskan yang mengantarkan para penumpang ke berbagai kota. Stasiun Tugu adalah stasiun rakyat yang membanggakan Kota Jogja.

 

 

Sebagai stasiun yang dibangun di masa penjajahan Belanda, Stasiun Tugu mewariskan gaya arsitektur bangunan yang memiliki keindahan tersendiri. Sampai saat ini, gaya arsitektur itu masih dipertahankan. Meskipun berbagai pengembangan dilakukan, bentuk awal stasiun ini nyaris tidak berubah.

 

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh