CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Gerakan Rumah Mungil Tiny House

Tiny housesaat ini sedang tren dan termasuk dalam gerakan rumah mungil yang merupakan anjuran kepada masyarakat untuk mengecilkan ukuran rumah tinggal mereka. Serta hidup sederhana di rumah-rumah yang berukuran kecil. 

 

 

Masyarakat yang mengikuti gerakan ini memiliki berbagai alasan, diantara alasan yang populer adalah kepedulian terhadap lingkungan, pertimbangan finansial dan mencari lebih banyak waktu dan kebebasan. Gerakan ini juga merupakan sebuah ekspresi dalam gaya arsitektur yang diwujudkan dalam sebuah rumah kecil yang berukuran hanya kurang lebih 55m².

Di Amerika Serikat, pada tahun 1997, seorang arsitek, penulis, dan pembicara publik, Sarah Susanka dianggap yang memulai dan memunculkan gagasan yang melawan arus pada masa itu dengan menerbitkan bukunya "The Not So Big House. Gerakan ini kembali dipopulerkan dan mendapat perhatian pasca bencana badai Katrina pada tahun 2005, dan krisis finansial sepanjang tahun 2007–2010 yang menimpa wilayah Amerika Serikat.

Hal ini dikarenakan gagasan tentang rumah kecil ini menawarkan hunian yang lebih terjangkau, mudah dalam pemeliharaan dan ramah lingkungan. Minat terhadap rumah berukuran kecil juga telah dibangkitkan di beberapa negara-negara lain seperti di Jepang, di mana ruang sangat bernilai, Takaharu Tezuka telah membangun the House to Catch the Sky, sebuah rumah untuk empat orang penghuni seluas 925 kaki² (85,9 m²).

Di Barcelona, Spanyol, Eva Prats dan Ricardo Flores membuat House in a Suitcase berukuran 300 kaki² (28 m²). Di Inggris, Abito menciptakan apartemen dengan ruang tinggal yang cerdas berukuran 353 kaki² (32,8 m²) di Manchester, juga Micro Compact House (MCH) adalah sebuah rumah kecil mutakhir yang dikembangkan oleh arsitek Inggris Richard Horton dan Technical University of Munich.

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh