CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Ciri Khas Desain Rumah Tradisional

Bagi beberapa orang, tradisionalisme adalah pandangan hidup. Mereka nyaman menjalankan nilai-nilai tradisi. Tidak hanya menjadi filosofi yang tumbuh terus di alam bawah sadar mereka, tradisionalisme tersebut mereka ejawantahkan pula dalam laku kehidupan sehari-hari, termasuk pula dalam gaya interior rumah.

 

 

Berikut adalah ciri-ciri rumah dengan desain tradisional:

Suasana homey, nyaman dan homey adalah suasana yang identik dengan rumah tradisional. Orang merasa kembali pada ‘akar’nya. Sesuatu yang mungkin telah lama mereka tinggalkan karena kesibukan dan keruwetan hidup. Jika Anda pernah ke Jogja dan masuk ke rumah-rumah Joglo di sana, Anda akan merasakan hal ini. Begitu pula ketika Anda ke Rumah Betang di Kalimantan atau Rumah Adat Mbaru Niang di Wae Rebo, NTT.

Pola bunga, interior rumah bergaya tradisional kerap menggunakan pola bunga. Tidak hanya pada dinding, tapi juga pada ukiran, kolom, pintu, jendela, dan elemen rumah lainnya. Ini karena bunga atau tetumbuhan memang melekat dengan kehidupan tradisional ala pedesaan. Jika Anda ingin menghadirkan cita rasa tradisional dalam interior rumah, Anda bisa mengakali dengan, misalnya: memasang cermin dengan pigura ulir bebungaan atau wallpaper dengan corak bunga.

Serba sepasang, ragam furnitur dalam interior rumah bergaya tradisional kerap dihadirkan berpasangan. Misalnya, kursi, pintu, dan jendela. Keberpasangan ini mencerminkan nilai konvensional, mencirikan pasangan hidup, dan kelanggengan.

Halus dan lengkung, tidak seperti gaya kontemporer yang cenderung tampak langsing dan ‘tajam’, gaya tradisional cenderung mengadopsi sesuatu yang halus dan lengkung. Bila dicermati, ini refleksi dari pola-pola sulur tanaman atau dahan pohon.

Teratur, konsisten, dan detail, jika Anda perhatikan pola batik, ukiran keris, patung-patung kayu, atau garis-garis pada kain songket, maka Anda akan menemukan keteraturan, konsistensi, dan detail di situ. Nah, rumah bergaya tradisional pun demikian. Anda akan mudah mengidentifikasi dari kekayaan detailnya yang rapi dan konsisten.

Furnitur daur ulang, alih-alih menggunakan furnitur yang tampil sophisticated, item dekorasi pada rumah bergaya tradisional kerap menggunakan furnitur daur ulang. Bahan-bahannya tidak beli jadi, tapi kerap mendapat sentuhan custom dan personal. Misalnya, kursi dari sisa kayu atau rotan.

 

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh