CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Warna-Warna Yang Berasal Dari Alam

Warna menciptakan keindahan di dunia ini, warna memiliki kesan, efek, dan pengaruh psikologi bagi siapa saja yang melihatnya. Selain itu warna juga sering dipakai sebagai simbolis karena memiliki nilai filosofis dan dapat pula dipelajari dari alam.

warna dari alam

Setiap warna menimbulkan kesan yang berbeda-beda. Dengan memahami berbagai hal mengenai warna akan memudahkan kita untuk mendapatkan pandangan yang tepat mengenai tata warna itu sendiri. Sebab nuansa warna yang ditimbulkan oleh warna itu sendiri sangat banyak macamnya dan kesan yang ditimbulkanpun sangat beragam. Dari berbagai macam warna yang ada, sebagai warna yang paling dasar adalah merah, biru, dan kuning. Dari ketiga warna tersebut dapat dirubah menjadi beribu-ribu macam warna dengan mencampurkannya dalam perbandingan-perbandingan tertentu sesuai dengan macam warna yang diinginkan.

Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai warna yang berasal dari alam yang dikutip dari www.ahlidesain.com berikut ini:

Tahukah Anda? Warna juga dapat dipelajari dari alam yang kita temui setiap hari. Seperti halnya pada pergantian musim di Indonesia. Pada musim kemarau, alam dikuasai oleh warna-warna kecoklatan dan keabu-abuan. Tanah yang tandus, pepohonan yang hanya tinggal batangnya saja dan rerumputan yang kering. Walau begitu Tuhan masih memberi warna cerah pada alam. Karena justru di musim panaslah ada beberapa tanaman yang sedang berbunga. Seperti bougenville dan kamboja. Pada musim hujan seolah-olah kehidupan baru dimulai. Tanah selalu basah, pepohonan mulai mengernyitkan kuncup daunnya dan rerumputan mulai hijau.

Lain lagi dengan negara yang mempunyai empat musim. Di musim dingin alam lebih didominasi oleh warna biru, hijau-biru, warna salju yang putih bersih, abu-abu dan hitam kegelapan. Musim semi alam diwarnai oleh daun-daun muda yang hijau kekuning-kuningan dan warna tunas-tunas dan kuncup yang kuning lembut. Alam di sebelah atas didominasi oleh warna biru muda.

Pada musim panas matahari bersinar penuh, ladang-ladang berwarna kuning tua dan tanah berwarna coklat. Di akhir musim panas, buah-buahan mulai masak sehingga pepohonan dihiasi butiran-butiran berwarna merah. Warna alam mulai redup saat musim gugur. Seisi alam diselimuti kabut berwarna abu-abu. Warna kuning berubah menjadi coklat, merah menjadi merah bata kemudian menjadi lembayung.

Add comment


Security code
Refresh