CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Ciri Arsitektur Jengki Indonesia

Arsitektur jengki memiliki ciri dan bentuk yang sama sekali berbeda dengan arsitektur kolonial. Jika arsitektur kolonialisme didominasi bidang horisontal dan vertikal serta bentuk yang geometris, maka arsitektur jengki secara umum memiliki ciri unik dengan permainan bidang yang tidak simetris, garis-garis lengkung, serta jauh dari kesan kaku.

 

 

Rumah-rumah jengki umumnya menggunakan atap pelana yang tidak lazim. Banyak atap yang berupa patahan dengan perbedaan ketinggian yang kemudian diselipkan ventilasi sebagai media pembuangan panas pada atap. Selain itu atap-atap rumah jengki memiliki kemiringan yang curam sebagai bentuk tanggap iklim tropis yang curah hujannya tinggi.

Sebagai konsekuensi penggunaan atap pelana, rumah-rumah jengki memiliki dinding cukup lebar pada tampak bangunan. Disinilah munculnya kreatifitas arsitek-arsitek jengki menghadirkan tampak bangunan. Dinding yang miring dan membentuk bidang segi lima menjadi ciri yang lazim kita temui pada arsitektur jengki.

Selain itu dinding dihias dengan motif-motif alam. Ada pula yang ditutup dengan batu alam yang disusun tidak teratur. Hal ini merupakan penerapan anti-geometri dan anti-tegak lurus pada masa itu.

 

 

Add comment


Security code
Refresh