CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>>

Ciri Khas Desain Interior Gaya Shabby Chic

Desain shabby chic merujuk ke aliran dalam desain interior rumah yang mengesankan sebuah pernik interior terlihat lusuh, kusam, atau lama. Namun kesan itu tampil dengan elegan, manis, cantik, dan menarik perhatian orang yang melihatnya.

 

 

Produk-produk yang kerap diasosiasikan dengan gaya ini antara lain perabotan berwarna putih, atau pernik bermotif bunga-bunga dan memakai warna-warna pastel seperti pink, biru muda, hijau muda. Shabby chic pertama kali dipopulerkan oleh Rachel Ashwell pada 1989. Wanita asal Inggris itu berniat mengeksplorasi perabot lama agar bisa tampil cantik sekaligus gaya.

Seiring perkembangan dan dikenalnya desain interior shabby chic, sekitar tahun 90-an gaya desain interior ini mulai popular di Amerika. Desainnya yang sederhana namun tetap bisa memberikan keindahan pada interior rumah yang membuat gaya shabby chic disenangi oleh banyak orang. Bila setiap gaya desain interior mempunyai ciri khas, maka shabby chic interior pun mempunyai ciri khas.

Ciri dari gaya shabby chic bisa dilihat pada furniturnya, furnitur yang menggunakan gaya shabby chic umumnya menggunakan warna-warna yang lembut dan berkesan shabby (lusuh). Lusuh disini lebih bermaksud umur dari furnitur itu sendiri. Furnitur yang dibuat dengan gaya shabby chic bahannya berasal dari unsur alami seperti rotan, kayu-kayu tua, dan besi.

Sedangkan untuk pemilihan warna, umumnya gaya shabby menggunakan warna lembut seperti putih atau warna coklat kayu alami dengan finishing yang mirip dengan gaya vintage. 

 

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh